Secret Admirer [1/?]


secret admirer

Haedong’s Apartemen

07.00 PM KST

“Kau benar-benar akan pindah ke apartemen mewah nan mahal itu?”

Wanita ini bertanya menyelidik, menatapku dengan pandangan tak percaya, sejenak aku menghentikan aktivitas mengemasi barang-barangku kedalam koper besar hitam yang berada didepan, aku menatapnya sebentar kemudian tersenyum sumringah, mengangguk mantap sebagai jabawan atas pertanyaanya barusan.

Namanya Jang Hyun Ji, meski kami baru beberapa bulan berteman tapi sifat keibuannya begitu terlihat setiap kali dia bersamaku, mungkin dia merasa kasian dengan hidupku. Oleh sebab itulah dia begitu menyayangiku dan over protektif jika mengetahuiku melakukan hal yang sedikit aneh dan menantang. Dia memegang tanganku erat yang saat itu tengah mengemasi barang, membuatku harus kembali menatapnya tak mengerti.

“Biaya apartemen itu cukup mahal Lee Sung Hye, kau yakin akan tinggal disana?” aku terkekeh sebentar “Namaku Min Sung Hye, bukan Lee Sung Hye, arrachi?” wanita beda 3 tahun denganku itu menggeleng tak setuju “Aku tidak perduli, tapi kau tetap tidak boleh pindah dari apartemen ini..” sungutnya tajam dan memaksa, aku memandangnya iba, “Eonni kau bisa mengerti posisiku bukan? Aku ingin bertemu dengannya setiap hari dan satu satunya caraku agar aku bisa bertemu dengannya adalah dengan tinggal disana” ucapku memohon, tapi wanita ini tak menggubrisku, dia mengambil koper hitam milikku dan kembali merapikan semua barang-barang yang berada disana ketempat semula, dia sedikit bedumel tak jelas. “Eonni kau tidak boleh seperti ini, apartemen disana sudah kosong, jika aku menunda acara pindah ini orang lain akan menempatinya, mengertilah” lanjutku kembali memohon. Dia menatapku tajam “Jika kau tetap memaksa tinggal disana aku tidak akan memasak makanan untukmu” Aku menghela nafasku lelah, gagal sudah niatku untuk bisa bertemu denganya setiap hari, wanita ini memang benar-benar memiliki hati sekeras batu.

Aku mendudukkan bokongku ke atas sofa di ruang tamu ini, menggendong miyu yang saat itu berada disampingku dan memainkan bulu-bulu lembut kucing putih ini.

“Kau terlalu terobsesi dengan pria itu”

Hyun Ji kembali dengan membawa 2 cangkir coklat panas di kedua tangannya, memberikannya satu kepadaku. “Terimakasih” aku menerimanya dan langsung menyeruputnya tanpa peduli keadaan coklat panas didalamnya, yah karena ini musim dingin sangat dingin hingga aku mau mati kedinginan, detik berikutnya aku mengerang kepanasan, ini benar-benar panas. Hyun Ji terkekeh melihatku. “Ini salah satu kekuranganmu, ceroboh” cibirnya lalu duduk disampingku dan mulai menyalakan TV disana, aku tak berminat melihatnya dan lebih memilih kembali bermain dengan Miyu.

“Waah dia benar-benar sexy dan cantik” Hyun Ji sedikit mengangah lebar saat melihat TV didepannya, aku sedikit menggeser kepalaku yang saat itu menggendong Miyu keatas.

Itu Jung Hye Sun, dia salah satu model yang pernah dinobatkan menjadi wanita tersexy urutan ke 7 versi majalah proxy, sangat iri bila memikirkan hal itu. yah pria itu sekarang pasti sedang bersama dengannya, saling memadu kasih dan mengabaikanku yang baginya bukan apa-apa. “Dia sexy dan cantik” ucapku setuju dengan pendapat Hyun Ji eonni. Aku menurunkan Miyu dari gendonganku, dan meletakkannya kembali kesamping sofa yang kududuki, sedangkan aku sendiri pergi berlalu ke tempat tidur, Miyu mengeong mengikutiku.

-o000o-

Min Sung Hye’s Bedroom

06.45 AM KST

“Sung Hye-ah bangun, cepat bangun..” wanita itu menggoncang tubuhku pelan, rasa kantuk yang begitu sangat membuatku malas untuk sekedar membuka kedua mataku, aku berguling kesisi kiri memunggungiya dan menutup wajahku dengan guling.

“Arra kalau kau tidak mau bangun tidak apa-apa tapi jangan salahkan aku jika kau terlambat pergi kekampus” derap langkah kaki Hyun Ji terdengar semakin menjauh membuatku sedikit kesulitan mencerna ucapannya karena masih merasa mengantuk.

Deringa ponsel smartphoneku juga terus berbunyi, tanpa aku melihat siapa yang tengah menelpon aku sudah dapat menebaknya dengan tepat. Itu pasti dia, beberapa kali ponsel itu berbunyi membuatku benar-benar tak dapat melanjutkan tidurku, aku meraihnya malas dari atas nakas menggeser paksa tombol berwarna hijau,

“Apa?” tanyaku ketus dan keras,

“Aish yak bisakah kau memelankan suaramu sedikit, kau mengapa sulit sekali dibangunkan hah? Aku heran kau manusia atau apa?”

“Yak!! Kau tahu jam berapa ini, perbedaan waktu korea dan New York benar-benar jauh berbeda, seharusnya di New York ini waktu orang tidur, mengapa kau membangunkan tidurku?” lontaran kalimat panjang dan kasar tak ujung akhirnya keluar dari mulutku.

“Eomma dia sakit, pergilah kesana dan katakan aku sedang sibuk tidak dapat mengantarmu”

“Aish kau membangunkanku hanya untuk ini?”

“Yah,, bagaimanapun juga kau masih terikat kontrak denganku”

“Arra arra.. aku akan kesana, dwaesso?” Aku menutup sambungan telpon itu kesal dan melemparnya asal. Pria itu benar-benar menyusahkanku, meski kami bersahabat tapi perlakuannya kepadaku tidak pernah berubah selalu saja semaunya, menyebalkan. Aku kembali berbaring dan mencoba melanjutkan tidurku kembali, tapi aroma makanan yang seolah menyentuh hidungku membuatku tidak dapat melanjutkan tidurr indahku, aku benar-benar lapar.

***

Milscy’s Hotel New York

08.12 AM

– Lee Donghae –

Aku mengenal aroma tubuh ini, sangat mengenalnya bau wangi yang selalu membuatku lapar untuk selalu disampingnya sepanjang hari. Benarkah ini aroma tubuhnya, tercium begitu wangi bak bunga yang menyejukkan.

“ Darling come on wake up please..” suara lembut itu aku juga mengenalinya amat sangat mengenalinya, aku bahkan harus memastikan mendengar suara wanita itu sebelum tidur untuk dapat tidur setiap harinya. Aku menggeliat pelan berguling kesamping dan memeluk pinggang rampingnya, pinggang yang selalu menjadi favoritku setiap kali memeluknya, yah selain lehernya tentunya.

“Hey stop it baby, come on wake up” wanita itu menepuk pipiku pelan, aku memegangnya kuat dan tak membiarkan tangannya pergi berlalu dari sana.

“Yah Lee Donghae, cepat bagun, ini hari terakhir kita di New York sayang”

Terakhir? Aish aku melupakan hal itu, ini hari terakhirku dan Hye Sun berada disini, aish jinja mengapa aku bisa melupakannya? Aku belum benar-benar belum puas berada disini bersamanya. Aku menyipitkan mataku, menatapnya dengan sekilas menyunggingkan senyum kebanggaanku, “Kita akan berada disini untuk 1 bulan kedepan lagi Jung Hye Sun, kau melupakan perjanjiannmu?”Hye Sun terkesiap dari duduknya ia lekas bangun dan memandangku tak terima. “Yak Lee Donghae, jangan mempermainkanku, kau bilang aku hanya akan berada disini untuk 2 minggu kedepan mengapa diperpanjang begitu saja?” sungutnys tak terima. Berkacak pinggang dengan menatapku tajam, sungguh menggemaskan, aku meraih jemari lentiknya dan menariknya sampai kepelukannku, “Lee Donghae, lepaskan aku..” aku mulai menciumi setiap jengkal leher indahnya, dia tampak mengerang kegelian dan memintaku melepaskan pelukannya, “Lee Donghae, geumanhae..” dia memutar kepalanya mencoba melepaskan, tapi pelukanku jauh lebih kuat darinya.

Suara deringan ponsel yang memucak nyaring membuatku harus terpaksa menghentikan aktivitasku meggeluti leher jenjang indah miliknya, dengan malas aku beralih dari leher wanitaku dan meraih smartphoneku malas,

“Yeobbeoseyo..” “Lee Donghae!” Donghae mengenali dengan jelas suara itu, ia buru-buru menegakkan tubuhnya dan sedikit berdehem menyesuaikan tenggorokannya agar terlihat biasa, berpura-pura seolah dia sedang disibukkan dengan pekrjaannya.

“Nde, yeobbeoseyo eomma..”

Jung Hye Sun yang saat itu disampingku terkikik pelan mendengar bagaimana sopannya cara berbicaraku dengan eomma, aku menganggakat satu jari telunjukku keatas mulut memintanya untuk diam, karena apapun yang menyangkut dengan eomma adalah masalah serius. “Bagaimana?” Aish pertanyaan ini lagi yang dia tanyakan, aku heran mengapa eomma begitu ingin mendapatkan cucu, mendapatkan seorang cucukan juga butuh proses, aku tidak bisa membuatnya sekarang dan langsung jadi hari itu juga. Aku menghelana nafas frustasi menanggapiya “Aku rasa belum.. aku.. “ “Kau harus berusaha Hae-ya, teman-teman eomma semuanya sudah memiliki cucu yang tampan dan cantik, aku harap kau bisa memberikannya pada eomma..”

“Ye Arra..” aku menjawabnya tak berminat, kulihat Hye Sun kembali terkikik geli memperhatikanku.

Sambungan telpon itu terputus, aku memperhatikan smartphoneku miris, ya Tuhan aku benar-benar akan dibuat gila dengan eommaku sendiri.

“Eommamu begitu menginginkannya ya?” “Kau tahu itu” “Hey.. jangan memasang wajah seperti itu, kau bisa menunggukukan? Hanya untuk 2 tahun kedepan Lee Donghae, dan kita akan menikah” “Aku mencintaimu” Aku melumat bibirnya singkat kemudian berlari menuju ke kamar mandi sebelum dia mencincangku jika aku mencuri ciuman tiba-tiba seperti tadi.

– Min Sung Hye–

Kyung Hee’s Canteen

02.23 PM KST

Seperti apapun cinta kau tidak akan pernah bisa merasakan kebahagiaannya jika kau mencintainya hanya karena sebuah keterpaksaan. Cinta bisa tumbuh begitu saja tak berbatas hari, jam, menit ataupun detik, semuanya akan serasa kosong jika kau sudah mulai melihat pilihan yang Tuhan pilihkan untukmu, aku bahagia sangat bahagia saat aku bisa melihat dengan bebas pria ini, bagaimana caranya berbicara, bagaimana caranya berjalan, dan bagaimana caranya tersenyum. Tapi hatiku begitu sakit saat dia kembali terlibat cinta dengan wanita lain. Haruskah usahaku mengaguminya diam-diam selama ini harus terpaksa berakhir saat mendengarnya menyatakan sebuah kalimat cinta pada orang yang mungkin bukan jodohnya.

“Berikan aku satu Blueberry Yougurt dan Cheesecake” aku menunggu di depan sebuah kaca yang menjadi pembatas antara aku dan pelayang kantin yang berjaga di sekolah ini.

“Strawberry Juice dan jajangmyun” seolah terkena aliran listrik statis, aku terpaku diam dalam posisiku. Tuhan hari ini aku kembali bisa bertemu dengan pria itu, benarkah itu suaranya? Merdu sekali. Aku masih tak bergeming dalam posisiku, tak menoleh ataupun beranjak pergi dari sana, pelayang kantin itu beberapa kali memanggil namaku tapi aku sama sekali tak memperhatikannya karena terlalu terpaku mengamati suara merdu miliknya, “Yak, Nonanim kau mau cheesecakemu atau tidak” ucapnya sedikit membentak, aku tersadar dari lamunanku dan buru-buru mengambil nampan yang pelayan kantin itu berikan kepadaku, “Jeosenghamnida” aku sedikit membungkuk meminta maaf, Kyuhyun memperhatikanku sekilas lalu kembali berlalu mengambil makanan dan minuman pesananya. Entah siapa disini yang salah mungkin karena timing kami yang bertepatan saat mengambil makanan atau aku yang teledor, kami bertabrakan jajangmyun yang Kyuhyun bawa tumpah ke kemejaku, begitu juga dengan Blueberry Yougurt yang aku bawa, itu tumpah kekemejanya. Jika aku tidak salah lihat pria itu sempat memainkan smartphonenya dan membawa makanannya dengan satu tangan, dan aku juga tidak tahu jika saat itu dia berjalan mengarah ke arahku.

“Arrgh” semua blueberry yougurt itu tumpah ruah keatas kemeja Kyuhyun. Begitu juga dengan semangkuk jajangmyun yang tadi berada di atas nampan yang Kyuhyun bawa, reflek kami saling meminta maaf, Kyuhyun mengambil tisu disamping meja yang saat itu berada dekat dengan dirinya. Semua kemeja yang aku kenakan telah berubah warna menjadi kehitaman karena terkena saus jajangmyun itu, kesan pertama yang aku lihat dari pria ini adalah dia sosok pria yang ramah, yah terdengar aneh memang. Aku yang sudah hampir satu tahun menjadi stakler setianya baru pertama ini bisa melihat dirinya dengan jelas tanpa perlu bersembunyi untuk menghalangiku yang merasa malu jika harus bertatapan langsung dengan pria bermata elang ini.

“Gwaenchanayo? Mianhaeyo, jeongmal aku tidak melihatmu tadi”

“Ye, gwaenchanseumnida, itu.. kemejamu aku tidak..”

“Ahh tidak apa-apa” aku menunduk malu saat dia mengatakan hal itu. tidak apa-apa? Tuhan sadarkan aku jika ini bukan mimpi. Cho Kyuhyun benar seperti ini kan? Cho Kyuhyun tidak seperti apa yang orang lain bicarakan bukan? Aku begitu yakin jika ia pria yang baik. Bukan setan tampan yang selalu orang bicarakan. Aku bisa terbang jika terus berada disini.

Kyuhyun belum selesai membersihkan kemajaku yang saat itu belepotan dengan saus hitam jajangmyunnya, aku berlari menjauhinya berlari menuju ke sebuah toilet wanita yang berada dekat dengan kantin. Aku menekan dadaku kuat, ada perasaan sesak dan juga bahagia yang bercampur menjadi satu. Aku melihat matanya, aku melihat mata itu, teduh dan menyejukkan. Dadaku terus aku tekan berharap rasa sesak itu menghilang dan tergantikan dengan kebahagiaan yang sangat. Aku menarik nafasku panjang kemudian membuangnya pelan. Aku bukan anak usia belasan tahun yang akan merasa begitu dag dig dug setiap kali melihat pria yang aku sukai. Tapi ini berbeda, sebelumnya aku tidak pernah jatuh cinta saat aku berumur belasan tahun. Ini yang pertama dan seperti inikah rasanya mencintai? Jujur aku bukan tipikal wanita yang mudah mengumbar perasaan dan mengatakan cinta pada setiap lelaki tampan. Kau tahu kan Lee Donghae itu tampan, ceo muda perusaan chaebol Samsung itu sangat tampan. Tapi meski kami sudah berstatus menjadi pasangan yang sah, sedikitpun aku tidak pernah merasakan seperti apa rasanya hati berdebar saat dia mulai menggodaku, dan mengataiku terlalu terobsesi dengan Cho Kyuhyun, menyuruhku untuk berhenti menyukainya dan lebih mencintinya. Ayolah siapa dia? Kami hanya teman tanpa sengaja waktu duduk dibangku sekolah dasar, kau tahu? Dia pria paling cengeng yang pernah aku kenal. Dia selalu menangis setiap kali oppanya Lee Dong Hwa meninggalkannya pulang lebih dulu, dia pria nerd yang menyebalkan. Dia akan selalu menguntitku setiap kali dia mendapatkan gangguan dari teman-teman sebayanya. Lama memikirkan hal tentang pria itu membuatku tersadar jika hari ini aku belum terima uang bulanan darinya. Dia sengaja melakukannya? Hey.. dia pikir aku ini pembantunya? Meski begitu setidaknya dia harus menggajiku.

“Beep..”

One Message

Aku benar-benar membencimu ikan badut.

oooo

“Kau sudah mulai hamil?”

“Nde?”

“Haiss eomma ingin menimang seorang cucu, cepatlah buatkan eomma cucu”

Aku tersenyum kikuk menanggapinya, jujur saja hal yang paling aku benci saat datang kerumah eomma adalah wanita paruh baya ini selalu menanyaiku tentang ‘cucu’ hey ayolah aku bukan mesin pembuat anak. Menyebalkan. Aku kembali menyuapkan makanan yang hari ini aku bawa. Aku bawa? Terdengar lucu jika aku memasak masakan ini, hal yang paling aku benci di dunia ini adalah dapur. Kotor dan menjijikkan. Dan aku termasuk salah satu menantu yang sedikit memiliki sifat membangkang. Aku terpaksa harus membohongi Hyun Ji eonni untuk membuatku satu buah kotak kimchi, aku juga harus terpaksa membohongi wanita ini, mengatakan jika makanan ini akan aku bawa untuk bekal makananku di universitas, terdengar lucu, tapi itu satu-satunya cara yang terbesit diotakku untuk bisa menyuruhnya membuatkan aku makanan tampa perlu mengintrogasiku lebih lanjut.

“Aku dan Donghae oppa sedang berusaha” jawabku mantap

“Mengapa anak itu tidak ikut datang kemari bersamamu? Kemana dia?”

“Apa makanannya enak eomma?” aku berusaha mengalihkan pembicaraanya karena aku malas setiap kali menyangkut pria bernama Lee Donghae itu.

“Emm.. enak kau yang membuatnya?”

Hyun Ji eonni pernah bilang padaku jika berohong demi kebaikan itu tidak apa-apa, jadi aku harus melakukannya bukan? Ini bukan saat yang tepat untuk berbicara jujur pada eomma tentang semua ini. Wanita paruh baya ini pasti akan tersinggung jika aku mengatakan yang sebenarnya.

“Eomma.. aku tidak bisa terus berada disini ini sudah malam, aku harus segera pulang eomma” aku berusaha pamit padanya. Tapi wanita paruh baya itu memaksaku untuk tinggal, dan menyuruh Donghae juga datang kemari, ya tuhan aku bisa gila. Aku tidak mungkin mengatakan pada eomma jika anaknya sekarang sedang berada di New York bersama teman wanitanya. Pria itu bisa termakan hidup-hidup nantinya.

“Donghae oppa dia mengatakan jika hari ini dia ada acara bisnis dan harus pergi keluar kota, itu sebabnya dia tidak mengantarku dan dia tidak mungkin bisa datang kemari eomma”

“Anak itu selalu saja seperti itu, berikan telponemu padaku, aku akan menelfonnya dan menyuruhnya pulang, bagaimana bisa dia meninggalkan istrinya sendirian di apartemen, dan membiarkannya datang ke Mokpo tanpa dirinya”

“Nde? Ahh hanphoneku low bat eomma, aku lupa membawa charger.. Mianhae” aku gelagapan untuk menjawab pertanyaanya, yang benar saja aku bisa termakan hidup-hidup jika aku memberikan handphoneku pada eomma dan membiarkan eomma menelphone ikan badut itu. Dia akan marah besar nantinya. Cukup lelah memang jika berhadapan dengan eomma, eoma sedkit memiliki sifat pemaksa sama seperti anaknya. Seperti waktu itu, dia memaksaku untuk menikah dengannya dan menuruti semua permintaaanya, pria yang menyebalkan.

“Eomma.. aku ada ujian besok, jika eomma tidak mengijinkanku pulang aku bisa mendapatkan nilai buruk nantinya, mengertilah eomma”

“Ini sudah malam, sebaiknya kau pulang besok, supirku akan mengantarmu. Aku juga ingin memukul kepala pria itu”

Aku kembali menghela nafas gusar, mengapa begitu sulit untuk mengatakan jangan pergi ke apartemenku, karena kami tinggal terpisah, ingin sekali aku mengatakan hal itu. tapi bagaimanapun juga aku masih memiliki perasaan, wanita paruh baya ini pasti akan kecewa nantinya.

“Arrata, aku akan menginap” aku tersenyum kecut menanggapinya.

–Cho Kyuhyun –

Yukita’s Apartement Japan

09.32 PM

Ini sudah yang keduapuluh kalinya wanita itu tak menjawab telepon ku? Baiklah aku menyerah aku yang salah disini. Aku tak mengabarinya jika aku harus pergi ke Jepang hari itu. Eun Cha pasti merasa sangat sedih. 100 pesan juga telah aku kirimkan untuk wanita itu, dengan inti yang sama meski aku menulis dengan kata yang berbeda. Eun Cha jangan membuatku seperti ini, aku mengambil laptop yang menyala tak berdaya di samping meja kerjaku, mengetik beberapa pesan yang akan aku kirimkan melalui email kepada gadis itu, berharap jika ia akan membalas pesanku meski hanya sekali.

“From : strawhugb143@*****.com

CC :

BCC :

Subject: Kyubabo !!!

Kau marah? Manusia bodoh yang meninggalkan kekasihnya karena pekerjaan siapa dia? Itu kau! Aku tertawa, kau pasti menjawabnya seperti itu dengan bersemangat. Kau menyukai tebakan bukan? Tapi sungguh aku tidak bermaksut meninggalkanmu dan membuat semua ini menjadi tebakan seperti yang kau sukai. Eun Cha, maafkan aku. Aku mencintaimu dear, angkat teleponemu dan jawab pesanku, aku tahu saat kau merasa sedih kau pasti akan membuka emailmu dan mengetikkan beberapa kata menyedihkan disana. Eun Cha-ya, Cho Kyuhyun mencintimu. Trust me dear.. I Love You~~ ^,^ Chu~~..

Cho Kyuhyun Ur beloved santa

Straw Luv Berry ”.

Aku mengklik kolom send disana, tinggal menunggu beberapa detik pesan itu akan sampai pada sang pemilik id email. Aku berharap dia akan membalas pesan itu. dan benar saja beberapa menit setelah pesan itu terkirim satu balasan singkat aku dapat.

“From : berry027@*****.com

CC :

BCC :

Subject: Kyubabo !!!

SANTA BODOH~~ MENYEBALKAN.. STRAW JELEK BAD BOY.. ARRGGH AKU MEMBENCIMU SUAMIKU~~

Berry hate Straw

Kim Chan Hee”

Aku tergelak mendengar balasannya, bodoh? Hey jika aku bodoh mengapa dia memanggilku dengan sebutan “suamiku” itu bukan kata-kata yang pas jika aku bodoh. Hahaha wanita ini benar-benar menggemaskan.

“From : strawhugb143@*****.com

CC :

BCC :

Subject: straw luv berry

AKU MENCINTAIMU BERRY~~ JANGAN MARAH,, :-* :^)

Cho Kyuhyun Ur beloved santa

Straw Luv Berry”

– Min Sung Hye –

Kyunghee’s Canteen

01.21 PM

Aku mengaduk makananku tak berminat, hari ini aku tak bisa mendapati keberadaan pria itu lagi, sama seperti hari yang yang lalu. Aku terpaksa mengerang frustasi dibuatnya. Donghae benar setidaknya aku harus mencoba melupakan pria itu jika aku tak berniat mengungkapkan perasaanku padanya. Karena jika terus seperti ini akan ada diantara kita yang tersakiti. Tidak bukan diatara kita yang tersakiti, pria itu lebih menekankan jika akulah yang akan tersakiti nantinya, dan semua itu memang benar. Deringan smartphoneku berbunyi nyaring, membuatku terbangun sebentar dari pikiranku mengenai pria itu.

“One mesaage”

– Kau dimana? Aku perlu bantuanmu !! –

Aku membacanya tak malas, tak berminat menjawab pesan singkat darinya dan lebih memilih meletakkan ponsel besar berwarna putih itu kembali ke tempatnya. Bantuan? Cieh pria itu selalu saja meminta bantuan kepadaku, aku lelah memikirkan bantuan apa lagi yang pria itu inginkan kali ini kepadaku. Hey aku menikah dengannya memang seperti itu bukan. Kita sama-sama memerlukan bantuan satu sama lain. Dan bodohnya setelah hampir 2 tahun berpisah aku malah dengan gampangnya menerima bantuan pria itu. kita menikah dan aku mendapatkan Universitas yang aku inginkan, bukankah begitu? Tapi jika difikirkan lebih lanjut, mengapa aku tampak seperti kacung untuk pria pewaris Grup Samsung itu? pernikahan ini bahkan tidak pernah secara resmi dipublikasikan didepan umum, yah karena aku sendiri menolaknya. Satu-satunya alasan hanya karena aku ingin bebas menguntit pria itu tanpa orang lain tahu siapa diriku sebenarnya. Dan eomma juga menyetujui permintaanku.

Mengesankan memang jika membayangkan seperti apa kehidupanku menikah dengan pewaris salah satu chaebol terkenal di korea selatan, tapi sungguh itu tidaklah menyenangkan, terlalu banyak peraturan dan kekangan, itu sebabnyalah aku memutuskan untuk tidak tinggal satu atap dengan mertuaku, mengingat apa yang pernah dilakukannya pada malam pertama kami, memberikan Lee Donghae obat seperti itu apa eomma berfikir kami akan begitu cepat mengabulkan permintaan konyolnya? Aku menghela nafas berat jika kembali memikirkan hal aneh seperti itu. benda putih persegi panjang itu kembali berbunyi di dalam tas selempangku, aku mengambilnya tak berminta,

– Kau dimana? Jangan mempermainkanku !! aku tahu kau membacanya, jangan membuatku memblokir uang bulananmu hari ini juga –

Pria ini kenapa selalu mengancam akan memblokir uang bulananku? Menyebalkan. Dengan cekatan dan emosi yang mendominasi aku mengetik dengan kasar layar screen lalu mengirimkannya paksa.

– Awas jika kau berani melakukannya –

Aku sudah dapat membayangkannya, pria itu pasti tersenyum puas mendengar balasanku.

    ***

– Lee Donghae –

Lovera’s Cafe

05.12 PM

“Kau tidak pernah mengatakan sebelumnya jika kau akan terlambat. Menyebalkan” gadis itu berdumel tidak jelas, membuatku terkikik geli mendengarnya. Satu satunya hal yang paling ampuh untuk mengancam wanita ini adalah dengan memblokir uang bulanan yang selalu aku berikan padanya. Dan itu selalu sukses menghancurkan moodnya sama seperti kali ini. Menggelikan.

“Aku ada meeting penting hari ini” jawabku tak berdosa, sedetik berikutnya wanita itu menggigit bibirnya menahan kesal.

“Kenapa kau tidak bilang sebelumnya? Aku menunggumu hampir dua jam disini. kau tahu aku seperti orang bodoh!! Menyebalkan” ucapnya sedikit berteriak.

Aku mendudukkan bokongku di atas kursi didepannya, mengamatinya yang tampak kacau.

“Kau tahu apa yang biasa wanita inginkan dihari peringatan setahun mereka jadian?”

Sung Hye tampak melebarkan mulutnya tak trima, dia sudah dapat menebak dengan jelas apa yang pria ini maksud. Sung Hye membenarkan letak duduknya memandangku dengan tatapan penuh nafsu dengan dagu ia naikkan keatas bak putri dari gua cham dalam film spongebob celana kotak.

“Kau mau membayarku berapa untuk ini?” dan benar saja detik berikutnya aku melayangkan jitakan pelan untuknya. Membayar? Dia benar-benar wanita matrialistis.

“Aku tidak sedang bercanda Min Sung Hye”

“Aku juga tidak sedang bercanda Lee Donghae, kau membuatku menunggu hampir 2 jam, meninggalkan mata kuliahku. Aku juga butuh kompensasi untuk hal itu”

“Arra.. arra berapa yang kau butuhkan?”

Wanita itu menganggat satu telunjuk kanannya menggerakkannya kekanan dan kekiri.

“Apa? Apa yang kau inginkan?”

“Aku ingin tinggal bersamamu”

“Mwo? Kau gila?”

Sung Hye menutup kedua telinganya tak mau mendengar protes dariku, menggeleng tak jelas di tempatnya.

“Aku ingin kau pindah di apartemen Huvel di Gangnam”

“Untuk apa aku harus pindah? Aku merasa nyaman dengan apartemenku yang dulu”

“Cho Kyuhyun, dia tinggal disana. Aku harap kau mau membantuku, aku ingin tinggal disana. Setidaknya aku bisa memperhatikannya setiap hari.

“Aku tidak mau”

“Baiklah aku akan menelphone eomma dan mengatakan kau bermain-main dengan wanita lain debelakangku”

Aissh wanita ini benar-benar menyebalkan. Selalu saja dia menyangkut pautkan eomma dalam masalah pribadi. Aku mengerang pelan dibuatnya, mau tidak mau aku harus menurutinya. Tinggal satu rumah bersama denganya.

“Arra aku akan pindah, sekarang katakan..”

Sung Hye tersenyum senang mendengarnya, ia memajukan tubuhnya menyuruhku mendekatkan telingku, ia lalu berbisik pelan disana.

“…………………”

“Mwo kau gila?”

Wanita itu menyeringai tak jelas menanggapinya, apa-apaan ini. Dia pikir aku ini lelaki mesum yang tidak tahu diri. Memberinya kado seperti ini dia pasti akan mencincangku hidup-hidup. Jung Hye Sun bukan wanita seperti itu.

“Tidak aku tidak mau.. dia akan mencincangku nantinya”

“Kau tau bukan wanita menyukai hal yang tiba-tiba..”

Sung Hye mencoba mempraktekkanya padaku, ia membelai pipiku bak wanita jalang yang tengah menggoda seorang pria. Aku bergidik ngeri merasakan sentuhan anehnya, buru-buru aku menjauhkan tangannya, dia tertawa puas.

Aku kembali bergidik, uughh dia menyebalkan.

Dia membenarkan letak duduknya dan menatapku dengan pandangan sendu, menompang wajahnya dengan kedua tangan mungilnya.

“Kau sering bercinta dengannya bukan?” sindirnya dengan mata menyipit. Aku terlonjak kaget dari tempatku, bagaimana bisa wanita ini mengatakan hal itu tanpa ada beban sedikitpun dalam nada pengucapannya. Aku buru-buru membenarkan ekspresiku, mengutak atik juice strawberry yang aku pesan.

“Tapi memberinya perlengkapan wanita apa kau tidak merasa itu terlalu agresif?”

“Kau memang sering seperti itu bukan jika denganku?”

“Aish itu berbeda Lee Sung Hye!!” teriakku kesal, wanita itu tertawa puas mendengarnya.

–TBC –

Iklan

One thought on “Secret Admirer [1/?]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s