Contract Wedding part 7/?


Hi hi hi.. aku balik lagi bawa cerita gajebo ini lagi.. wkwkwkw.. buat yang udah menunggu lama langsung aja ya, aku ga mau banyak cincong ^^…
chek it out..
jangan protes kalo terlalu pendek ya, alasannya di bawah, ntar kalo nyempil typo Im sorry, saya juga manusia typo pun juga wajarlah.. ^^ so enjoy guys..


image

Kyuhyun meraba-raba permukaan kasur disampingnya. Datar. Ia bisa merasakan jika tidak ada orang disana, ia mencoba membuka matanya yang masih terasa begitu berat. Saat kedua mata itu sudah terbuka lebar, dia bisa melihat kekosongan di sisi ranjang sampingnya. Bergegas ia melempar selimutnya dan melompat ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Ia takut jika Sung Hye memang benar meninggalkannya, dan pulang lebih dulu ke Kyoto. Meninggalkannya sendiri karena semua masalah kemarin malam.
Selesai mencuci muka, Kyuhyun keluar apartemen mencari wanita itu.

Sung Hye beberapa kali mengaduk minumannya tak minat mereka sedang mengadakan sarapan bersama dengan Hyun Ji, kakak iparnya, disebuah rumah makan terbuka disekitar hotel, dekat dengan kolam renang. wanita itu juga sedang ada tugas di kota ini bersama dengan kakaknya Jung Soo, dan dia baru mengetahuinya setelah mendapat telfon dari Hyun Ji tadi pagi.
Hyun Ji memperhatikan dirinya tak mengerti, wanita itu hanya terlihat memutar mutar daging panggang di piringnya dan sama sekali belum memakannya.
“Apa yang terjadi?” tanyanya lembut. Kakak iparnya menghentikan acara memakannya, memperhatikan Sung Hye yang sepertinya tengah kesal pagi ini.
Wanita itu mendongak, melihat kakak iparnya dan tersenyum kecut,
“Tidak ada, hanya malas sarapan” jawabnya diikuti dengan sesuap potongan sawi memasuki mulutnya.
“Apa terjadi sesuatu dengan Kyuhyun?”
Sung Hye merubah arah pandangnya yang sebelumnya memperhatikan makanannya kini menatap Hyun Min yang saat itu tengah berusaha terlepas dari kereta dorongnya, beberapa kali tubuhnya berputar tak nyaman, mungkin karena tubuhnya sudah terlalu besar untuk duduk disana. Disamping anak itu terdapat sebuah kereta dorong sama dengan milik anaknya, itu milik Jung Jin, sepupunya yang baru berusia 10 bulan,
“Harusnya tidak terjadi apa-apa, tapi pria itu membuatnya menjadi masalah”
Tanpa sengaja, ia menangkap bayangan Kyuhyun yang tengah berjalan keluar dari hotel, pria itu sedang bersama dengan Misaki. Oh wanita itu lagi.
“Apa dia menyakitimu?” kakak iparnya kembali melanjutkan sarapannya, menyuapkan sepotong daging kedalam mulutnya dan kemudian mengunyahnya.
“Tidak, dia tidak menyakitiku, tapi ada sesorang yang menyakitiku. Dan itu bukan Kyuhyun” jawab Sung Hye masih memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun disana.
“Nuguseo?” Sung Hye tak menggubris
“Wanita itu, siapa namanya?”lanjut kakak iparnya, Sung Hye dengan cepat kembali melihat sang kakak, Hyun Ji memperhatikan Kyuhyun yang saat itu sedang berbicara dengan seorang wanita. Sung Hye mengusap wajahnya kasar.
“Apa wanita itu yang membuatmu marah? Apa Kyuhyun berselingkuh?” tanyanya sarkatis.
“Anni, wanita itu dia teman Kyuhyun” Sung Hye mengambil sendok berserta pisaunya dan kembali melanjutkan sarapannya, tidak berminat melanjutkan keinginanya untuk memperhatikan Kyuhyun bersama dengan wanita bernama Misaki itu lagi, takut jika kakak iparnya bertanya lebih jauh. Itu akan menyulitkan Kyuhyun nantinya.
Hyun Ji menghela nafas panjangnya, menghentikan sarapan paginya dan mengambil sebuah lap di pangkuannya, mengusap bibirnya pelan.
“Harusnya kau berubah, jangan biarkan wanita lain mendekati suamimu”
Sung hye tetap pada posisinya, sama sekali tidak menggubris apa yang Hyun Ji katakan. Memainkan potongan daging panggang yang selalu membuatnya kehilangan nafsu makan, ia memang tidak menyukai daging, semua makanan berbahan daging ia membencinya. Dan hari ini, ia tidak mengetahui mengapa ia ingin sekali memakan daging. Dan saat makanan yang selalu membuatnya mual itu tersaji di depannya, selera makannya berubah drastis. Ia tetap tidak bisa menemukan sisi lain dari daging yang dibencinya hingga saat ini, daging itu tetaplah berwarna aneh dan memiliki rasa yang membuatnya ingin mual.
“Pria itu tidak akan berselingkuh” kata itu keluar begitu saja dari bibirnya. Sung Hye memotong-motong daging panggang miliknya menjadi 3 potongan lebih kecil dari sebelumnya.
Hyun Ji memutar matanya lelah, ia menggeser duduknya mencari kenyamanan.
“Kau istri pria itu bukan? Apa salahnya membuat dirimu berubah? Setidaknya setengah lebih cantik dari penampilanmu sekarang, kau sudah memiliki suami Cho Sung Hye. cobalah berdandan dan buat hati suamimu lebih merasakan kebahagiaan jika ia bersamamu. Jangan biarkan dia mendapatkan kebahagiaannya dari wanita lain selain dirimu”
Sung Hye termenung memikirkan lontaran kalimat panjang yang kakak iparnya katakan. Wajahnya tertunduk memperhatikan potongan daging yang telah diirisnya menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Tangannya berhenti memotong daging asap itu.
“Apa aku jelek?” wajahnya terangkat menatap sang kakak yang sedang meminum jus jeruknya.
“Ya, sangat jelek, kau tahu itu?”
Sedetik berikutnya Sung Hye merengut kesal, kakaknya ini terlalu jujur mengatakan hal itu. dan itu sedikit melukai hatinya.
“Arra, aku akan berubah. Dwaesseo?” ucapnya diakhiri dengan tangannya mendorong piring yang berisikan potongan daging panggang yang telah ia rubah menjadi rica-rica.
“Berubahlah menjadi istri yang baik, bersikaplah lembut, dan jangan terlalu kasar pada Cho Kyuhyun, jangan membuatnya selalu memarahimu karena sifat cerobohmu itu, dan jangan membuatnya khawatir. Hubungi dia jika kau pulang kuliah telat”
“Eonni? Mengapa Jung Soo oppa menyukai karakter wanita sepertimu? Kau begitu cerewet, dan menyebalkan”
“Yak!!”

Kyuhyun mengerang dalam hati, dia terburu-buru berlari tadi untuk mencari kekasihnya, tapi wanita ini malah berada disini, menghalanginya.
“Kyuhyun-kun, kau tidak berkemas, kita akan kembali ke Kyoto jam 9 pagi”
“Ah benarkah? Tapi aku harus mencari sesorang. Aku akan menyusul”
“Tidak bisa, apa kau lupa, setelah kita kembali nanti kita juga masih harus pergi memberikan hasil dana yang kita peroleh ke panti sosial”
Kyuhyun menjambak rambutnya menahan kesal, Misaki semakin memperburuk suasana hatinya.
“Aku akan kembali 10 menit lagi, kau pergilah lebih dulu”
“Arra, kami semua meunggumu di bus” Kyuhyun mengangguk kemudian berjalan cepat meninggalkan wanita itu.

Disana, sosok yang dicarinya tengah melambaikan tangannya didepan sebuah meja makan bersama dengan Hyun Min di pangkuannya. Kyuhyun menghela nafas lega, wanita itu tidak meninggalkannya. Ia berjalan cepat menghampiri Sung Hye dan anaknya.
Sung Hye tersenyum ramah menyambutnya, sangat ramah dan itu membuat Kyuhyun sedikit bingung. Suasana hati kekasihnya ini bisa berubah begitu cepat hanya kurang dari satu malam.
“Sudah bangun?”
Kyuhyun mengangguk, kemudian menarik meja di depan wanita itu, mengambil paksa susu strawberry yang tengah Sung Hye minum dan meminumnya cepat. Sung Hye memperhatikannya dengan wajah tidak mengerti. Sung Hye kembali fokus mengambil sendok kecil depannya dan kemudian menyuapkan bubur merah itu kepada Hyun Min,
“Ahh cuaca benar-benar panas” selesai meminumnya, Kyuhyun menaruh gelas itu dan memperhatikan mereka, anak dan istrinya.
“Ini masih pagi, tidak ada panas sepagi ini”
Sung Hye masih tetap sama, senyum tadi hanyalah sebuah salam pagi yang wanita itu berikan, gelagatnya masih sama seperti kemarin malam. Wanita itu tidak mau mencoba melihat ke arahnya. Sung Hye masih marah.

Sung Hye mengambil sendok makannya dan kemudian menyuapkan potongan salad yang tadi ia pesan bersama kakak iparnya. Dia hanya memiliki dua tangan, dan ia juga harus bergantian menggunakannya, setelah menyuapkan sesendok kecil bubur kepada Hyun Min, kini giliran sesendok salad untuk dirinya. Tangannya terangkat memberikan sesendok salad itu kearah Kyuhyun dan Kyuhyun menerimanya, ia memakannya dengan lahap.
“Mengapa tidak membangunkanku?” tangannya masih mengunyah makanan.
“Kau terlihat lelah”
“Apa kau sudah lama menungguku sendiri disini?”
“Siapa bilang aku menunggumu, aku bersama dengan Hyun Ji eonni”
“Kakak ipar? Apa dia kemari?”
Sung Hye mengangguk sebagai balasan,
“Apa bersama Jung Soo Hyung?”
“Iya, tapi oppa sibuk dengan proyek barunya. Dan meninggalkan eonni pagi-pagi. Dia memintaku untuk bertemu dan kita sarapan bersama”
Sung Hye mendudukkan tubuh Hyun Min di atas meja, mulut Hyun Min masih belepotan penuh dengan bubur merah, Sung Hye mengambil tisu dan membersihkan sebagian bibir Hyun Min yang penuh dengan bubur.
“Cha~ mengapa kau tampan sekali?” Sung Hye memainkan hidungnya di antara hidung Hyun Min, menggesekknya pelan membuat anak itu terkikik geli.
“Tentu saja dia tampan, diakan anakku” serobot Kyuhyun, ia mengambil sesendok salad dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
Sung Hye mengecup kedua pipi Hyun Min dan berakhir di bibir anak kecil itu, Sung Hye melabuhkan bibir applenya, mengecup bibir Hyun Min berkali, gemas dengan tingkah anahnya yang semakin hari semakin bertambah lucu. Sedangkan disisi lain, Kyuhyun memperhatikannya iri.
“Apa aku tidak dapat juga?”
“Apa?”
Kyuhyun buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain, tidak akan lucu jika dia meminta wanita ini memperlakukannya sama dengan sang anak, memberikan sebuah kecupan, apalagi di keadaannya yang tengah marah.
“Anni.. aku hanya ingin berenang” Kyuhyun merenggangkan oto-otot tubuhnya, berpura-pura.
“Berikan, Hyun Min padaku. Kau habiskan saladmu” Kyuhyun mengulurkan tangannya hendak mengambil Hyun Min dari depan meja dihadapan Sung Hye, sedetik berikutnya Kyuhyun memindahkan tubuh anak itu menghadap ke arahnya, masih tetap duduk diatas meja. Ia mulai memainkan pipi Chubby Hyun Min, anak itu membawa sebuah potongan strawberry dan memainkannya di kedua tangan kecilnya. Sesekali memasukkannya kemulutnya, hendak memakannya tapi alhasil buah itu akan kembali keluar dari sana.
“Ou ou ouw.. anak appa, kau sudah semakin besar ya?” karena gemas Kyuhyun mencium kedua pipi Hyun Min lama, memainkannya dan menggesek berlawanan. Membuat sensasi geli pada anak itu hingga membuatnya terkikik, terlihat beberapa gigi susunya yang sudah mulai tumbuh. Anak itu terus tertawa kegelian, Kyuhyun beralih mencium bibir Hyun Min, ia berharap bisa merasakan bibir Sung Hye tertinggal disana, dan benar, bibir Hyun Min terasa seperti buah strawberry. Karena Sung Hye baru saja memakan strawberry di saladnya. Wanita itu begitu menyukai strawberry. Kyuhyun tersenyum setelah merasakan manis bibir strawberry Sung Hye yang tertinggal di bibir anaknya.
“Hmm.. aku merasakan buah strawberry di bibirmu aegi-ya”
Sung Hye tak merespon, ia masih fokus pada salad buah didepan, memilah-milah antara buah yang lain dan hanya mengambil buah strawberrynya saja.

“Ekheemm..”
Kedua mata sepasang suami itu berpindah, memperhatikan seorang wanita yang saat itu tengah berdiri disamping mereka, wanita yang memakai sebuah dress berwarna soft blue dengan motif bunga kecil yang cantik, mengintrupsi kegiatan keluarga bahagia itu.
“Eoh Misaki-chan, ada apa?”
“Kau harus ikut bersama rombongan kembali ke Kyoto” wanita itu tampak ragu-ragu mengucapkan perihal kedatangannya menemui mereka.
“Kami semua menunggumu di bus sekarang” lanjutnya lagi.

Kyuhyun beralih memperhatikan Sung Hye, wajah wanita itu berubah datar melihat kehadiran Misaki disini. Mata Kyuhyun berubah sendu, kedua bibirnya hampir mengerucut membentuk sudut lancip. Pria itu sedang meminta ijin kepada kekasihnya sekarang. Sung Hye memperhatikannya dengan malas, ia mengambil susu strawberrynya dan meminumnya habis dalam sekali sedot.
“Haruskah aku ikut bersama kalian, apa aku tidak bisa menyusul?” tanyanya,
Hyun Min meraih bibir Kyuhyun yang saat itu berbicara didepannya, mencubitnya dan menepuk-nepuknya.
Dan jawaban yang diterimanya sungguh membuatnya merasa frustasi, Misaki menggeleng tak menyetujui. Oh baiklah, dia barusaja mencoba berbaikan dengan Sung Hye, dan jangan katakan jika wanita ini akan membuat semua usahanya kacau. Kembali Kyuhyun memandang Sung Hye yang saat itu juga memandangnya.
“Pergilah..” ucapnya tenang.
“Kau yakin?”
“Pergilah, aku tidak apa-apa. Lagipula aku masih ada janji dengan eomma untuk membeli perlengkapan Hyun Min”

Sebenarnya berat untuk Kyuhyun menerima keputusan yang Sung Hye berikan, dia tidak ingin meninggalkan Sung Hye sendirian di kota ini tanpanya. Tapi tugas itu lagi-lagi berkeliaran di otaknya dan membuatnya terpaksa harus meninggalkan istrinya. Kyuhyun memindahkan Hyun Min kembali ke kereta dorongnya, kemudian meraih tangan Sung Hye dan mengusapnya lembut, membuat sensasi aneh dari diri Sung Hye saat merasakan sentuhan lembut yang Kyuhyun berikan.
“Arra aku akan pergi, jangan pulang bersama dengan eomma dan appa, aku akan menjemputmu. Setelah semuanya selesai aku akan segera menjemputmu. Dan ingat jangan menyetir sendiri, aku tidak ingin kau dan Hyun Min min kenapa napa, kau mengerti”
Sungguh Sung Hye ingin sekali tertawa mendengar penuturan Kyuhyun, pria ini begitu menghawatirkannya rupanya. Dan ini untuk pertama kalinya pria itu mengucapkannya secara gamblang. Biasanya saat ia mulai perduli dengannya, pria ini akan marah-marah tidak jelas padanya.Sung Hye mengangguk dan memberikan senyum 2 jarinya.
Misaki tampak memperhatikan mereka dengan wajah ‘apa-apaan-ini?-mereka bermesraan-didepanku’
Kyuhyun mendorong kursinya ke belakang bersiap mengikuti Misaki kembali ke Kyoto. Tangannya memindahkan Hyun Min ke gendongan Sung Hye, dan wanita itu menerimanya. Saat tubuhnya melewati Sung Hye, wanita itu mencekal tangannya, membuat Kyuhyun berhenti dan memperhatikannya bingung.

Sung Hye teringat apa yang kakak iparnya katakan,
“Berubahlah menjadi istri yang baik, bersikaplah lembut, dan jangan terlalu kasar pada Cho Kyuhyun, jangan membuatnya selalu memarahimu karena sifat cerobohmu itu, dan jangan membuatnya khawatir. Hubungi dia jika kau pulang kuliah telat”
Wanita itu berjinjit menyamakan tinggi tubuhnya dengan tinggi tubuh Kyuhyun, memberikan satu kecupan di pipi kiri pria itu, “Jangan terus bermain PSP” satu kecupan dipipi kiri “Jangan minum wine” dan satu kecupan diiringi lumatan lembut “Dan jangan berselingkuh” Sung Hye kembali ke posisinya semula.
Hyun Min tertawa tak jelas memperhatikan tingkah kedua orang tuanya, dan Misaki melebarkan mata dan mulutnya tak terima, ‘apa-apa-yang-mereka-lakukan?’

Kyuhyun terdiam, kedua matanya menatap kosong. Banyak kupu-kupu berterbangan di perutnya, otaknya tidak bisa memikirkan apapun selain keterkejutan dan kebahagiaan. Wanita ini menciumnya. Didepan umum. Ya Tuhan pukul kepalanya menggunakan palu saat ini juga, Sung Hye menciumnya.
“Sekarang cepat pergi”
Kyuhyun tersadar, matanya mengerjap dengan cepat ia mengangguk. Pria itu berjalan masih dengan pikirannya yang mulai melantur, Misaki berjalan di belakannya dengan bibir mengerucut, beberapa kali bibirnya mendengus sebal.

Sung Hye tidak tahu apa yang membuatnya begitu berani melakukan hal itu, ia hanya teringat apa yang kakaknya katakan tadi, mencoba menjadi seorang isrtri yang baik bagi pria itu. Dan ia akan mulai berusaha dari sini, jika wanita lain saja bisa begitu dekat dengan suaminya mengapa ia tidak? Harusnya ia bisa jauh lebih dekat dan mengerti pria itu daripada wanita lain.

Kyuhyun terus mengumpat, pasalnya kegiatan yang Misaki bilang hanya memakan waktu beberapa menit, nyatanya hingga saat ini 3 jam berlalu membuatnya semakin hilang akal. Dia sudah berjanji akan menjemput wanita itu ke Kobe malam ini, tapi karena keikut sertaannya dalam kegiatan ini terpaksa harus membuat dirinya bersabar lebih. Jam ditangannya tak luput dari pengelihatan Kyuhyun, ia benar-benar kacau. Dosen itu tak henti-hentinya berbicara entah apa yang dibicarakannya. Seminar ini membuatnya sakit kepala. Pukul 8 malam dan dia sama sekali tidak diijinkan menghidupkan handphonenya saat seminar berlangsung. Ya Tuhan ingin sekali Kyuhyun memporak-porandakan tempat ini. dia merindukan wanita itu. sangat merindukannya hingga nyaris membuatnya gila. Hyun Min anaknya, ia juga merindukan celotehan tak jelas anak itu.

Sung Hye masih bersama dengan eommanya menunggu pria itu datang menjemputnya, ini hari terakhir mereka berada di kota Kobe. Sung Hye sebenarnya sudah meminta mertuanya untuk pulang lebih dulu karena Kyuhyun bilang akan menjemputnya, tapi wanita paruh baya dan suaminya itu tidak menghiraukannya. Ia akan tetap menunggu hingga Kyuhyun datang membawa Sung Hye dan kembali pulang bersama mereka. Karena ia tidak tega meninggalkan Sung Hye dan cucu kesayangannya sendiri berada di Kobe. Mengingat betapa menantunya itu cukup sulit berada di lingkungan baru.
Hingga pukul 6 lewat pria itu tak kunjung memperlihatkan batang hidungnya membuat Sung Hye ingin sekali memakan manusia berstatus suaminya itu detik ini juga. Pria itu mencoba bermain-main dengannya? Menyebalkan. Sung Hye mengamati Smartphone silvernya, menimbang nimbang antara memberikan Kyuhyun pesan atau tidak. Ugh sebenarnya dia tidak pernah merasa sekesal ini sebelumnya, Kyuhyun tidak pernah meninggalkannya lama setahun belakangan ini, dan saat pria itu meninggalkannya seperti sekarang ini perasaan aneh tiba-tiba menghinggapinya. Pria itu tidak memberikan Sung Hye pesan sama sekali sejak tadi pagi saat ia meninggalkan Sung Hye sendirian di restaurant itu, dan dia juga tidak mengatakan apapun selain menyuruhnya untuk menunggu.
“Eomma, kajja.. kita pulang saja, aku bisa memberi pesan padanya untuk tidak menjemputku”
Eomma Kyuhyun ikut berdiri memperhatikan menantunya tak mengerti,
“Kau yakin? Bukankah Kyuhyun bilang akan menjemputmu. kita bisa menunggunya jika kau mau”
“Menunggunya hanya membuang waktuku. Lagipula Hyun Min juga terlihat lelah, akan lebih baik jika kita pulang sekarang” jawab Sung Hye frustasi.
Baiklah, dia lelah menunggu Kyuhyun. Dia bilang akan menjemputnya bukan? Tapi dia juga punya kesabaran, mungkin tadi dia memang bisa mengijinkan Kyuhyun pergi, nyaris sempurna mengatakan jika dirinya baik baik saja. Tapi sesungguhnya bukan seperti itu, dia ingin sekali kyuhyun tetap bersamanya. Oh Ayolah.. inikan libur semester, mengapa pria itu masih saja sibuk dengan kegiatan kampus sialannya itu. dan lagi-lagi mengapa harus bersama dengan Misaki? Mereka tidak sedang berkencan kan?

-oOo-

Kyuhyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, menembus jalan kota Kyoto yang mulai sepi. Seperti seorang pembalap dia menyalip beberapa pengguna jalan yang lain dengan perasaan berkecambuk, antara menyesal, rindu, dan bersalah. Selesai dengan acara seminar sialan itu, dia langsung menghidupkan ponselnya dan mendapatkan cukup banyak pesan suara dan tulis disana. Wanita itu menyumpahinya dengan banyak kata-kata kasar, oh tentu saja dia kesal karena Kyuhyun tak segera menjemputnya.

Kyuhyun’s Pov

Aku sampai di apartemen pukul 9.00 tepat, nafasku memburu hampir ngos ngosan malah, aku berlari dari mulai basement apartement hingga sampai ke kamarku sekarang. Dan aku juga tidak menggunakan lift sialan itu, karena entah aku merasa lift itu terlalu lelet utuk terbuka, sehingga aku dengan cepat dan tanpa pikir panjang menyambar tangga darurat. Tampak titik titik air keringat membasahi pelipisku dan membuatnya tanpa sadar mengalir menuju ke pipiku berakhir dileher. Aku menarik nafas berat. Memsukkan kode pintu apartement dan setelah bunyi itu keluar dari sana, aku bergegas masuk dan mengganti sepatuku dengan sandal rumah. Mataku menangkap kegelapan pas setelah aku masuk kedalam apartemen. ‘Mungkin mereka sudah tidur’ setelah menghidupkan saklar lampu, kakiku tanpa sadar berjalan menuju ke kamar kami. Tapi, kembali. Aku tak bisa menangkap apapun disana. Hanya ranjang kosong tanpa pemilik yang menyapaku setelah aku menghidupkan lampu kamarku. Aku mengusap wajahku kasar.
Yang benar saja, aku berlari dari bawah keatas dengan seluruh tenaganku dan sampai disini aku hanya mendapati bantal dan guling tanpa pemilik. Dimana wanita itu?
Aku merogoh sakuku mencari sebuah smartphoneku disana dan dengan cepat memencet nomor darurat 1.
Beberapa kali aku mendengar bunyi nada tunggu itu mengaung ditelingaku, tapi tanda-tanda sambungan akan dijawab sama sekali tak ada. Membuat emosiku naik semakin parah dari sebelumnya.
Dimana sebenarnya wanita ini? dia bilang dia sudah pulang bukan? Lalu mengapa di apartemen tidak ada? Aku mencari alternative lain dengan menelfon eommaku. Mungkin dia bisa menjawab semua pertanyaan dikepalaku sekarang.

“Yeobeoseyo..”
“…………………….”
“Ye eomma…”
“…………………”
“Mwo? Sung Hye dirumah eomma?”
“………………….”
“Kenapa dia tidak pulang?”
“………………”
“Eoomma.. aku..”
Belum sempat aku memberikan keterangan, eomma sudah menutup telfonnya cepat. Aku bisa menebak jika eomma marah padaku. Jangan tanyakan perihal mengapa dia marah, aku sendiri juga tidak mengetahuinya. Dengan gerakan cepat aku keluar dari dalam kamar itu mengambil kunci mobil appaku cepat yang tadi aku lemparkan asal ketas meja ruang tengah.

oOo

Aku menutup pintu mobilku kasar, berjalan hampir berlari malah untuk sampai ke pintu rumah ku, tanganku memencet tombol rumah dengan kasar, berharap eomma membukakan pintu sialan ini dengan cepat sebelum aku mendobraknya sekarang. Kembali aku melirik rolex di tanganku, jarum kecil menunjukkan angka 10  aku menghela nafas gusar,  mengusap wajahku kasar dan tanganku dengan brutal kembali memencet bel rumahku.

“Ceklek..”

Appa menyilangkan kedua tangannya menyambutku, dia memperhatikanku dengan wajah geram. Ini salahku.
“Sung Hye? Apa istriku berada disini Appa?”
“Kau masih ingat memiliki istri?”
“Appa.. ” nada suaraku naik satu oktaf dari sebelumnya, hampir berteriak jika aku tidak mengingat jika ini sudah malam.
Appa menyuruhku masuk, tanpa pikir panjang aku berlari menaiki tangga untuk sampai ke kamarku dan Sung Hye. Sebelum aku membuka pintu kamarku, aku menarik nafasku, dan menghembuskannya pelan. bersiap menerima omelan Sung Hye malam ini karena seminar sialan yang aku bersumpah ini terakhir kalinya aku mau mengikutinya. Tanganku meraih knop pintu dan membukanya pelan, mataku langsung menuju ranjang dan menemukan Hyun Min tertidur pulas sendiri disana. Dengan selimut tebalku yang menutupi tubuhnya sampai leher. Tapi mataku tak mendapati Sung Hye di sampingnya. Aku menutup pintu kamar pelan, takut membangunkan Hyun Min. Mataku menyapu seluruh kamar, tujuan pertama setelah aku tak mendapati Sung Hye di kasur kamarku adalah kamar mandi, tapi ternyata kosong. Tak ada siapapun disana. Keluar dari sana mataku menangkap tirai jendela yang tertiup angin, pintu balkon yang belum ditutup. Aku melangkah mendekatinya, dan saat itulah aku bisa menangkap bayang serorang perempuan yang sejak tadi pagi memborbardir otakku karena terlalu, yah aku rindukan. Aku memeluknya dari belakang, membenamkan kepalaku di lekuk lehernya. Aku bisa merasakan tubuhnya yang kedinginan. Berapa lama dia berada disini? Pelukanku semakin mengerat.
“Menungguku?”
Ia mengangguk pelan.
“Sudah lama?”
Dia menggeleng.
“Kenapa tidak tidur?”
“Aku sudah tidur tadi, tapi terbangun” jawabnya, kedua tangannya memegang pergelangan tanganku yang melingkari tubuhnya.
“Merindukanku?”
Dia mengangguk pelan. Tapi detik berikutnya dia menggeleng.
Aku terkekeh melihatnya. Kepalaku menyumbul dari celah lehernya, terlihat ia beberapa kali menggeleng kegelian. Kami tetap berada dalam posisi itu, tanpa berniat berbicara. Akupun juga tidak tahu apa yang harus aku bicarakan karena sejujurnya berada dekat dengannya sudah mampu membuatku tenang dan mengerti. Pelukanku semakin mengerat ketika angin malam mulai berhembus menerpa kami. Sung Hye menutup matanya pelan. Kelopak matanya yang cantik tertutup, bisa kuperhatikan bulu matanya yang lentik dan hidungnya yang mancung serta bibir stroberinya yang selalu membuatku kepayahan jika sudah mulai mengomel dan membentak tidak jelas. Aku mengecupnya cepat, membuat kedua kelopak mata itu terbuka kaget.
“Hey !!” Sungutnya tak terima.
Aku nyegir tak berdosa. “Satu sama” dan selanjutnya dia terkekeh geli.
“Bibir stroberimu terlalu cantik untuk digunakan mengomel sepanjang hari. Jadi berhentilah berteriak dan mengomel.. ”
Bisa kurasakan cubitan di pergelangan tanganku yang saat itu melingkari tubuhnya.
“Eonni bilang aku jelek..” adunya.
“Kakak ipar? Mengapa begitu?”
“Dia melihatmu bersama wanita barbiemu itu kemarin pagi”
“Lalu?”
“Dia memarahiku”
“Maafkan aku..” sesalku. Kakak ipar pasti marah karena melihatku bersama Misaki waktu itu, dan kemarahannya sudah barang mesti akan terarah pada Sung Hye.
“Dia bilang karena aku tidak bisa mengurusmu dengan benar, aku yang selalu mengomelimu, meneriakimu dan ceroboh” aku menganguk mengerti dan selanjutnya tertawa geli.

Sung Hye’s pov
Pria ini tidakkah dia harus melepas pelukannya ini? Aku akui pelukannya memang sedikit menghangatkanku malam ini. menunggunya memang menjadi hobiku sejak dia sering pulang malam karena aktivitas kuliahnya dan membantu sang ayah di perusahaan. Meskipun dia anak dari seorang CEO perusahaan terkenal dia bilang dia tidak ingin menghidupi keluarganya dengan uang kedua orang tuanya. Oleh sebab itulah dia membagi waktu untuk kuliah dan bekerja paruh waktu di perusahaan ayahnya. Sejujurnya tinggal di negeri orang itu bukanlah sesuatu hal yang menyenangkan. Semenjak pernikahanku dengan Kyuhyun berlangsung, aku di boyong untuk tinggal di Jepang. Karena Kyuhyun melanjutkan kuliahnya disini. Dan dua tidak mungkin meninggalkanku yang saat itu tengah mengandung anaknya tinggal di Korea sendirian. Pertama mungkin sulit, aku yang notabenya sejak 8 tahun terakhir tidak pernah berpisah dengan eommaku kini harus meninggalkannya pergi ke negara tetangga dalam keadaan mengandung tanpanya.
Kyuhyun, dia pribadi yang manis, walau kadang menjengkelkan. ayolah kami ini menikah mudah hanya karena kesalahan semalam yang membuatku harus mengandung anaknya. Dulu mungkin saat kami masih SMA, kami teramat sering bertengkar, dan sampai saat inipun pertengkaran kecil masih saja sering terjadi di antara kami. Dan pada akhirnya dia selalu mengalah, beralasan ‘aku malas berdebat denganmu’ karena memang aku tak pernah mau kalah jika berdebat dengannya.

“Besok hari pertama masuk kuliah setelah libur semester”
“Lalu?”
“Tidak ada, aku mau tidur, dan lepaskan pelukanmu”
“Baiklah.. kita tidur..” tanpa seijinku pria ini malah menggendongku ala bridal menuju ke ranjang kami dimana Hyun Min sudah tertidur pulas di atasnya. Ya Tuhan debaran apa ini? Mengapa deberan jantungku yang berdetak semakin cepat ini malah membuatku salah tingkah saat pria yang berstatus suamiku ini menggendongku. Oke kembali ke dirimu semula Sung Hye. Kau mungkin hanya terpesona padanya, atau mungkin rindu saja karena seharian ini ditinggal pergi olehnya. Pikiranku memaksaku untuk memberontak dari pelukannya, memukulnya hingga wajah tampannya itu babak belur, tapi hatiku jauh lebih mendominasi. Aku malah berpegang kuat pada lehernya. Dan melabuhkan kepalaku ke dada bidangnya yang nyaman dan hangat. Aroma feromonnya yang selalu bisa membuatku berpikir erotis. Oh ya Tuhan. MIN SUNG HYE SADARLAH.

..TBC..

Ottae? Gimana? Jelek ya..
Sebelumnya aku mau berterimakasih sama yang di diatas finally aku lulus dengan nilai yang memuaskan. Alkhamdulillah. Dan juga aku bisa merampungkan ini ff yang ngadat dan ga rampung rampung. Awalnya sih aku ga minat ngelanjut ni ff, tpi berhubung bnyak readers yang minta jadi aku usahain buat menuntaskannya. Aku bela belain ngetik di tablet gegara lepi tercinta sakit, masih operasi, keyboardnya musti di ganti yg baru T____T *curhat* part ini mungkin sedikit mengecewakan aku ga pandai bikin ff romance soalnya, maklum masih amatir, Btw anyway busway.. kalo di part ini aku bsa dapat 20 komentar part 1 smpai 6 ga bkalan aku protect, mski revisi masih belum rampung. Tpi aku nyadar jadi readers itu memang selalu penasaran, karena sayapun juga begitu ㅋㅋㅋㅋ . So give me 20 comment!!! At the least thanks bnget buat yang udah baca dan sempatin coment. Love you so much muaah ahahae….

Iklan

8 thoughts on “Contract Wedding part 7/?

  1. eonni author yang cantik dan baik hati.. kapan ff ini dilanjut next partnya. aku sampe udah melihara lumut-lumut yang tumbuh karena menanti next partnya muncul. hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s